JURNAL PENELITIAN KEPERAWATAN https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan Jurnal Penelitian Keperawatan en-US uptppmstikesrsbk@gmail.com (Desi Natalia Trijayanti Idris) uptppmstikesrsbk@gmail.com (Yohanes Benny Darmawan) Sat, 01 Feb 2025 01:44:09 +0000 OJS 3.1.2.0 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUNJUNGAN LANSIA KE POSYANDU INTEGRASI LAYANAN PRIMER SIKLUS HIDUP DI RW. 002 KAMPUNG TEGALREJO KELURAHAN SUNGAI BARU KECAMATAN MENTOK TAHUN 2024 https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/791 <p>Posyandu integrasi layanan primer siklus hidup merupakan pos pelayanan terpadu untuk masyarakat di dalamnya yaitu pelayanan untuk lansia, yang sudah disepakati dan digerakan oleh masyarakat dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Cakupan pelayanan lansia di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Mentok tahun 2023 ada 5611 jiwa lansia dengan capaian layanan 56,75%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan lansia di posyandu integrasi layanan primer siklus hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan <em>Cross Sectional</em>.&nbsp; Populasinya adalah lansia yang terdaftar di Posyandu integrasi layanan primer siklus hidup di RW.002 Kampung Tegalrejo Kelurahan Sungai Baru Kecamatan Mentok sebanyak 121 responden dengan sampel penelitian sebanyak 61 responden dengan teknik pengambilan data <em>Purposive Random Sampling</em>. Analisa data menggunakan uji <em>Chi-square</em>. Hasil penelitian faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan lansia menunjukkan bahwa ada variabel dukungan keluarga dengan nilai 0,002, variabel pelayanan petugas dengan nilai 0,004, variabel sikap lansia dengan nilai 0,043, variabel pengetahuan lansia menunjukkan pengetahuan nilai 0,004. Dengan demikian ada pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen dengan nilai signifikan p-value ≤ 0,05. Saran untuk Puskesmas penelitian ini bermanfaat untuk membantu para lansia yang mengikuti posyandu lansia khususnya bagi petugas yang bergerak dibidang komunitas, bagi kader Posyandu disarankan agar mengajak keluarga lansia untuk mengikuti kegiatan posyandu lansia dengan melakukan kerjasama memberikan pengobatan.</p> Vika Septyan Febrianto, Rezka Nurvinanda, Maryana (Array) Copyright (c) 2025 Vika Septyan Febrianto, Rezka Nurvinanda, Maryana https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/791 Thu, 30 Jan 2025 05:14:51 +0000 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN SKABIES https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/798 <p>Permasalahan kesehatan masyarakat semakin kompleks terutama penyakit berbasis lingkungan yakni salah satunya penyakit kulit. Skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi <em>Sarcoptes scabiei var. hominis</em>. Kejadian skabies banyak dialami oleh santi dan santriwati dikarenakan belum bisa merawat diri dengan baik dan belum bisa menyesuaikan diri terhadap lingkungan pondok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Skabies. Jenis penelitian dilakukan dengan desain <em>cross sectional</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah santri dan santriwati di Ma’had Tahfidz Hidayatul Qur’an Desa Puding Besar berjumlah 514 orang. Cara menentukan sampel menggunakan rumus Slovin didapatkan 92 responden. Teknik yang digunakan yaitu <em>Probability Sampling</em>. Analisa data yang digunakan adalah analsis univariat dan analisis bivariat dengan uji <em>chi square</em>. Hasil penelitian uji <em>chi square</em> didapatkan PHBS (<em>ρ-value </em>0,035), <em>personal hygiene</em> (<em>ρ-value </em>0,012) dan sanitasi lingkungan (<em>ρ-value </em>0,038). Kesimpulan ada hubungan antara PHBS (<em>ρ-value </em>0,035), <em>personal hygiene</em> (<em>ρ-value </em>0,012) dan sanitasi lingkungan (<em>ρ-value </em>0,038) dengan kejadian skabies di Ma’had Tahfidz Hidayatul Qur’an Desa Puding Besar Kabupaten Bangka Tahun 2024. Saran penelitian ini diharapkan pihak <em>management</em> pondok pesantren telah melakukan penyuluhan dan mengajarkan santri dan santriwati untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, menjaga <em>personal</em> <em>hygiene</em> serta menjaga kebersihan sanitasi lingkungan.</p> Youlanda Oktariani Vidya Astanti, Nova Mardiana (Array) Copyright (c) 2025 Youlanda Oktariani Vidya Astanti, Nova Mardiana https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/798 Thu, 30 Jan 2025 06:22:28 +0000 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TURNOVER INTENTION PERAWAT DI RUMAH SAKIT https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/792 <p>Keluarnya perawat dari pekerjaannya <em>(turnover)</em> biasanya di dahului oleh ke inginan untuk pindah yang disebut dengan <em>turnover intention</em>. Keinginan perawat untuk pindah dapat disebabkan oleh motivasi, stress, kepuasan dan beban kerja. Oleh karena itu manajemen harus memperhatikan hal tersebut agar perawat loyal. Karena tu<em>rnover</em> sangat merugikan organisasi rumah sakit, baik dari segi biaya, sumber daya, maupun efektifitas pemberian asuhan keperawatan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan <em>turnover intention.</em> Jenis Penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan <em>cross sectional. </em>Populasi perawat sebanyak 59 responden dengan Teknik pengambilan sample yaitu total sampling. Analisa data menggunakan <em>kendall tau</em> dan regresi linier berganda. Hasil uji model anova menunjukkan nilai sig 0.000 (&lt;0.05).&nbsp; Secara simultan ada hubungan antara motivasi, stress, kepuasan dan beban kerja dengan <em>turnover intention.</em></p> Supriyadi, Anna Nur Hikmawati, Tirta Okta Dinanti, Riri Amalia, Tri Kunanti (Array) Copyright (c) 2025 Supriyadi, Anna Nur Hikmawati, Tirta Okta Dinanti, Riri Amalia, Tri Kunanti https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/792 Thu, 30 Jan 2025 06:33:26 +0000 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA TERHADAP PERILAKU MEROKOK https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/801 <p>Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 21 juta remaja berusia 13-15 tahun menjadi perokok pada tahun 2020. Kebiasaan merokok telah meluas di kalangan masyarakat Indonesia dan menjadi bagian dari budaya. Baik remaja, dewasa, maupun anak-anak, semuanya telah akrab dengan kebiasaan merokok yang membahayakan bagi kesehatan. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi perilaku merokok pada remaja, pengetahuan serta sikap merupakan elemen yang turut memainkan peran penting dalam membentuk kebiasaan merokok, Pengetahuan yang salah tentang rokok selanjutnya akan mendorong terbentuknya sikap yang salah tentang rokok dan pada akhirnya terjadi proses aplikasi dimana seseorang akan menjadi perokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Pengetahuan dan sikap siswa terhadap perilaku merokok di SMA Negeri 1 Muntok Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan dengan cara membagikan kuisioner tentang hubungan Pengetahuan dan sikap siswa terhadap perilaku merokok di SMA Negeri 1 Muntok pada tanggal 1 Juni – 30 Juni 2024. Data yang terkumpulkan kemudian analisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p-value=0,001), sikap (p-value=0,047), dengann perilaku merokok&nbsp; di SMA Negeri 1 Muntok Tahun 2024. Diharapkan bagi Institusi Pendidikan agar dapat menguatkan peningkatan pengetahuan dan sikap siswa terhadap perilaku merokok dengan sosialisasi tentang bahaya merokok, dan menerapkan peraturan tentang kawasan tanpa rokok di kawasan sekolah dan tempat umum.</p> Hardiansyah, Ardiansyah, Maryana (Array) Copyright (c) 2025 Hardiansyah, Ardiansyah, Maryana https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/801 Thu, 30 Jan 2025 06:52:50 +0000 PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MASSAGE EXTREMITAS TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/800 <p>Hipertensi adalah suatu penyakit dimana seseorang mengalami tekanan darah di atas normal mengakibatkan peningkatan angka rasa sakit (penyakit) dan angka kematian (mortalitas). Tekanan darah 140/90 mmHg didasarkan pada dua tahap Setiap detak jantung adalah sebuah fase sistolik 140 menunjukkan fase perdarahan jantung memompanya diastolik 90 menunjukkan fase perdarahan kembali ke hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi <em>massage extremitas</em> terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di RSUD Drs. H. Abu Hanifah Bangka Tengah Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode penelitian <em>pre eksperimen </em>dengan menggunakan pendekatan <em>one group pretest dan posttest group design </em>yaitu pada diukur Tekanan darah <em>pre post </em>pasca intervensi <em>massage </em>ekstermitas. Hasil uji <em>paired t test</em> didapatkan nilai <em>p-value </em>sebesar 0,000 &lt; α 0,05, yang artinya ada perbedaan yang signifikan tekanan darah sitolik dan tekanan darah diastolik antara sebelum dan sesudah diberikan&nbsp; massase ekstremitas Di RSUD Drs. H. Abu Hanifah Tahun 2024. Hasil peneltian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peneliti untuk memperluas wawasan dan ilmu pengetahuan serta dapat dijadikan sebagai bahan referensi penelitian dan rujukan untuk selanjutnya agar bisa dikembangkan dalam penerapan asuhan keperawatan.</p> Zahnia Mariska Putri, Nurwijaya Fitri, Rima Berti Anggraini (Array) Copyright (c) 2025 Zahnia Mariska Putri, Nurwijaya Fitri, Rima Berti Anggraini https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/800 Fri, 31 Jan 2025 03:50:13 +0000 FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN ORANG TUA TERHADAP VAKSINASI HUMAN PAPILLOMA VIRUS (HPV) https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/799 <p>Kanker serviks menjadi permasalahan kesehatan wanita yang perlu mendapat perhatian serius karena memiliki tingkat keganasan cukup tinggi dan menjadi penyebab kematian utama akibat kanker pada wanita. Pencegahan utama kanker serviks dari WHO melalui vaksinasi HPV pada anak perempuan berusia 9-14 tahun yang belum aktif melakukan hubungan seksual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan orang tua terhadap vaksinasi <em>Human papilloma virus</em> (HPV) di Wilayah Kerja Puskesmas Bakam Tahun 2024. Jenis penelitian dilakukan dengan desain <em>cross sectional</em>. Populasi seluruh orang tua dengan siswi di SDN yang ada diwilayah kerja Puskesmas Bakam sebanyak 164 siswi. Cara menentukan sampel menggunakan rumus Slovin didapatkan 68 responden. Teknik yang digunakan yaitu <em>Non Probability Sampling</em>. Analisa data yang digunakan adalah analsis Univariat dan Analisis Bivariat dengan uji <em>chi square</em>. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan (<em>ρ-value </em>0,000), sikap (<em>ρ-value </em>0,000), pendidikan (<em>ρ-value </em>0,000), kepercayaan (<em>ρ-value </em>0,000) dan status ekonomi (<em>ρ-value </em>0,000) dengan penerimaan orang tua terhadap vaksinasi <em>Human Papilloma Virus</em> (HPV) di Wilayah Kerja Puskesmas Bakam Tahun 2024. Saran penelitian ini adalah diharapkan orang tua murid dapat mengikuti penyuluhan kesehatan tentang vaksinasi agar dapat mengetahui dengan benar manfaat dari pelaksanaan vaksinasi.</p> Dewi Sartika, Ardiansyah, Nova Mardiana (Array) Copyright (c) 2025 Dewi Sartika, Ardiansyah, Nova Mardiana https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/799 Fri, 31 Jan 2025 03:58:07 +0000 PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA BALITA DI RUMAH SAKIT SILOAM BANGKA TAHUN 2024 https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/805 <p>Imunisasi dasar adalah salah satu upaya pemeliharaan kesehatan pada anak dan balita yang dilakukan sejak janin masih dalam kandungan, hingga anak berusia 18 tahun dengan cara dimasukan kedalam tubuh untuk membentuk suatu antibodi. Berdasarkan data WHO pada tahun 2021, sebanyak 25 juta anak tidak mendapatkan imunisasi lengkap ditingkat global. Data ini menunjukkan 5,9juta lebih banyak dari tahun 2019 dan jumlah tertinggi sejak tahun 2009. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Tingkat Pengetahauan ibu Tentang Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Balita di Rumah Sakit Siloam Bangka tahun 2024. Metode pada penelitian ini menggunakan metode desain kuantitatif dan menggunakan rancangan penelitian observasional dengan pre-experiment one group pretest-posttest. Pemberian Pendidikan kesehatan dilakukan dengan menggunakan leafleat. Populasi dari penelitian ini adalah Ibu yang mempunyai balita yang sedang Imunisasi di Rumah Sakit Siloam Bangka tahun 2024. adapun sampel pada penelitian ini sebanyak 20 responden. Hasil penelitian menunjukan adanya Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap tingkat Pengetahuan ibu tentang Kelengkapan Imunisasi Dasar pada balita sebelum dan sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan. Saran untuk Ibu yang mempunyai balita Diharapkan ibu dapat memahami pentingnya imunisasi bagi anaknya serta tidak percaya dengan berita hoax tentang imunisasi.</p> Evi Permisa, Indri Puji Lestari, Rezka Nurvinanda (Array) Copyright (c) 2025 Evi Permisa, Indri Puji Lestari, Rezka Nurvinanda https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/805 Fri, 31 Jan 2025 06:58:20 +0000 HUBUNGAN USIA, JENIS KELAMIN, DAN JENIS STROKE TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN STROKE https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/804 <p>Stroke merupakan suatu keadaan terjadi kematian mendadak pada jaringan otak disebabkan kurangnya oksigen mengakibatkan pasokan darah ke otak terganggu. Stroke dapat terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia dan dapat baru atau berulang terjadi pada orang yang sama. Stroke menyebabkan disabilitas berat yang dapat mengganggu kestabilan emosional dan ekonomi, baik pasien maupun keluarga. Kualitas hidup penderita stroke mengalami gangguan atau hambatan karena adanya kecacatan fisik, kognitif, gangguan psikologis dan sosial. Selain itu, adanya penurunan kualitas hidup pasien pasca stroke yang meliputi aktivitas sehari-hari, pola komunikasi, aktivitas sosial, pekerjaan, istirahat, dan rekreasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, jenis kelamin, dan jenis stroke terhadap kualitas hidup pasien stroke. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Poliklinik Saraf RSUD Depati Bahrin Sungailiat pada tanggal 20–30 Juni 2024. Populasi pada penelitian ini jumlah pasien stroke di Poliklinik RSUD Depati Bahrin Sungailiat tahun 2023 sebanyak 295 orang. Perhitungan sampel dengan rumus slovin didapatkan 83 orang. Peneliti menggunakan teknik <em>purposive sampling.</em> Penelitian ini menggunakan instrumen yaitu kuesioner. Data yang terkumpulkan kemudian analisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan usia (p-value=0,000), jenis kelamin (p-value=0,299) dan jenis stroke (p-value=0,250). Kesimpulan ada hubungan usia dengan kualitas hidup pasien stroke. Diharapkan pasien stroke agar menambah pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan untuk melakukan perawatan mandiri dan mengembangkan aktivitas-aktivitas yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien stroke.</p> Vivi, Sirli Agustiani, Nurwijaya Fitri (Array) Copyright (c) 2025 Vivi, Sirli Agustiani, Nurwijaya Fitri https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/804 Fri, 31 Jan 2025 07:18:43 +0000 HUBUNGAN ANTARA TRIASE DAN KONDISI OVERCROWDED DENGAN KEPUASAN KELUARGA PASIEN DI IGD https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/806 <p>Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan bagian dari rumah sakit dimana salah satu tugasnya melakukan pertolongan pertama pasien berdasarkan triase. Triase adalah tindakan memilah pasien yang dilakukan di IGD berdasarkan prioritas kegawatdaruratannya, peningkatan jumlah kunjungan pasien yang melebihi kapasitas IGD menimbulkan kondisi <em>overcrowded</em> sehingga berdampak triase yang tidak tepat dan menurunnya tingkat kepuasan keluarga pasien dalam menerima pelayanan di IGD. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara triase dan kondisi <em>overcrowded</em> dengan kepuasan keluarga pasien di IGD. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pelnellitian ini dilakulkan di rulang IGD pada tanggal 25 Julni - 06 Julli 2024. Populasi popullasi yang diambil adalah kellularga pasieln yang melnelmani pasieln belrobat di rulang IGD selbanyak 2.241 orang. Cara menentukan sampel pada penelitian ini menggunakan rumus Slovin didapatkan 107 Responden. Tehnik sampling penelitian ini menggunakan<em> purposive sampling</em>. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner terdiri dari karaktelristik relspondeln (umur, jenis kelamin), <em>NElDOCS </em>(<em>National Elmelrgelncy Delpartmelnt Ovelrcrowding Scalel</em>), kelpulasan kellularga pasieln dan lelmbar obselrvasi triase. Analisis penelitian berdasarkan analisa univariat dan analisa bivariat uji statistik <em>chi square</em>. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan antara triase (p-value=0,000) dan kondisi <em>overcrowded</em> (p-value=0,016) dengan kepuasan keluarga pasien di IGD RSUD Depati Bahrin Sungailiat Tahun 2024. Diharapkan bagi institulsi kelselhatan ulntulk dapat melmpelrhatikan telntang melmaksimalkan lagi prioritas pelnanganan pasieln pada saat triasel selrta pelnelmpatan triasel selsulai delngan warna telmpat triasel selrta melmpelrhatikan dan melnangani masalah kondisi <em>ovelrcrowdeld</em> yang selring telrjadi di IGD.</p> Ali Yahya, Rizky Meilando, Kgs. M. Faizal (Array) Copyright (c) 2025 Ali Yahya, Rizky Meilando https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/806 Fri, 31 Jan 2025 07:39:22 +0000 HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN KADAR GULA DARAH DENGAN TINGKAT KOGNITIF PADA LANSIA YANG MENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/807 <p>Fungsi otak diklasifikasikan menjadi fungsi berpikir dan kognitif tergantung penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Diantara faktor-faktor tersebut, penyakit penyerta memegang peranan yang sangat penting. Peran diabetes dalam degenerasi saraf telah dikonfirmasi oleh teknik pencitraan dan studi neuropatologis. Paparan gula darah tinggi secara kronis dapat memperburuk fungsi kognitif. Masalah kesehatan mengganggu fungsi fisiologis mereka yang mengakibatkan penurunan kognitif disebabkan faktor usia, jenis kelamin, depresi, kecemasan, dan diabetes melitus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stres dan kadar gula darah dengan tingkat kognitif pada lansia yang menderita diabetes mellitus tipe 2. Desain penelitian ini menggunakan desain kuantitatif yang menggunakan metode analitik korelasi. Penelitian ini dilaksanakan di Ruang Klinik Penyakit Dalam RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang pada tanggal 8-26 Juli 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan lansia yang mengalami Diabetes Mellitus Tipe II sebanyak 87 kasus. Cara menentukan sampel pada penelitian ini menggunakan rumus Slovin didapatkan 51 Responden. Tehnik sampling penelitian ini menggunakan<em> purposive sampling</em>. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner dan lembar observasi. Analisis penelitian berdasarkan analisa univariat dan analisa bivariat korelasi uji rank spearman. Hasil penelitian ini membuktikan ada hubungan yang bermakna antara tingkat stres (<em>p- value</em> = 0,004) dan kadar gula darah (<em>p-value</em> = 0,007) dengan tingkat kognitif pada lansia yang menderita diabetes mellitus tipe 2 di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang Tahun 2024. Diharapkan bagi instansi pelayanan kesehatan dapat meningkatkan akses pelayanan lansia untuk meningkatkan wawasan dan mencari informasi tentang pengaruh tingkat stres dan kadar gula darah dengan tingkat kognitif yang terjadi pada lansia yang menderita diabetes mellitus.</p> Aisy Nabilah, Arjuna, Kurniawan (Array) Copyright (c) 2025 Aisy Nabilah, Arjuna, Kurniawan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/807 Fri, 31 Jan 2025 07:45:12 +0000 HUBUNGAN ANTARA BODY IMAGE DAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP BODY SHAMING PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 BELINYU TAHUN 2024 https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/808 <p><em>Body image</em> merupakan gambaran yang dimiliki seseorang mengenai tubuhnya. Gambaran dirisendiri juga bisa memungkinkan seseorang membandingkan dirinya dengan orang lain. Sehingga saat ini sering kali teman menjadikan penampilan fisik sebagai ejekan terhadap individu. Sehingga menebabkan ketidak percayaan diri pada individu yang mengalami citra diri yang rendah dan menyebabkan terjadinya korban <em>body shaming</em>. tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan antara <em>body image</em> dan kepercayaan diri terhadap <em>body shaming</em> pada remaja di SMAN 1 Belinyu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif desain <em>cross sectional</em> dan <em>uji chi square</em> dengan hasil berupa uji analisa univariat dan bivariat. Populasi penelitian ini berjumlah 44 orang di SMAN 1 Belinyu. Sample penelitian ini berjumlah 30 responden dimana siswa yang pernah mengalami <em>body shaming </em>di SMAN 1 Belinyu dan teknik pengambilan sampling mengunakan metode <em>quota sampling</em>. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat hubungan antara <em>body image</em> dan <em>p-value</em> (0,002), <em>p-value</em> (0,002) kepercayaan diri terhadap <em>body shaming</em> di SMAN 1 Belinyu tahun 2024. Saran dari penelitian ini disarankan untuk memperluas cakupan sampel penelitian agar mencakup berbagai latar belakang demografis dan geografis, guna meningkatkan generalisasi temuan. untuk memperluas ruang lingkup penelitian lebih lanjut sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas penelitian. Peneliti juga dapat menambahkan variable –variable lainya mis peran media sosial, kondisi keluarga, dan faktor psikologis lainnya yang mungkin mempengaruhi <em>body shaming</em> yang belum disertakan dalam penelitian ini.</p> Aulia Roza (Array) Copyright (c) 2025 Aulia Roza https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/808 Fri, 31 Jan 2025 07:49:10 +0000 HUBUNGAN TINGKAT STRESS DAN KUALITAS HIDUP TERHADAP PENERIMAAN DIRI PASIEN ULKUS DIABETIKUM https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/811 <p>Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan gangguan metabolik peningkatan kadar gula darah dalam tubuh. Salah satu gejala penyakit diabetes melitus paling umum dan mudah dikenali adalah ulkus diabetikum. Ulkus kaki diabetikum merupakan penyebab utama pasien dilakukan rawat inap di rumah sakit dan penyebab peningkatan angka amputasi non-traumatik. Beberapa orang tidak dapat menyesuaikan diri secara mental atau fisik setelah didiagnosis menderita Diabetes Melitus, Hal ini menunjukkan rendahnya tingkat penerimaan diri pada pasien DM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat stress dan kualitas hidup terhadap penerimaan diri pasien ulkus diabetikum di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang tahun 2024. Jenis penelitian dilakukan dengan desain <em>cross sectional</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang menderita ulkus diabetikum di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, dalam penelitian ini 64 pasien yang dijadikan sampel dengan metode penarikan sampel secara Purposive sampling. Analisa data yang digunakan adalah analsis Univariat dan Analisis Bivariat dengan uji <em>chi square</em>. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat stress (p-value = 0,003 &lt; a 0,05), kualitas hidup (p-value = 0,003 &lt; a 0,05) dengan penerimaan diri pada pasien ulkus diabetikum di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang. Saran diharapkan tenaga kesehatan khususnya di bidang pelayanan memberikan asuhan keperawatan mengenai deteksi dini stress dan kualitas hidup maupun penerimaan diri, serta memberikan kebijakan tentang penambahan program konselingdengan ahli psikologi untuk menurunkan tingkat stress dan kualitas hidup.</p> Seilla Putrianingsih, Nova Mardiana, Nurwijaya Fitri (Array) Copyright (c) 2025 Seilla Putrianingsih, Nova Mardiana, Nurwijaya Fitri https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/811 Fri, 31 Jan 2025 07:54:31 +0000 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU BTA POSITIF https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/810 <p>Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan mayarakat di dunia termasuk Indonesia. Penyakit ini sering menyerang paru-paru, namun juga dapat menyerang organ lain di tubuh sehingga menimbulkan resiko kesehatan yang serius. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian TB paru BTA positif di Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah Pangkalpinang Tahun 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kuantitatif memakai desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang tercatat Tuberkulosis Paru di Poli Paru pada bulan Januari sampai Mei 2024 yang berkunjung ke Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah Pangkalpinang, dalam penelitian ini 48 pasien yang dijadikan sampel dengan metode penarikan sampel secara purpossive sampling. Analisa data yang digunakan adalah analsis Univariat dan Analisis Bivariat dengan uji <em>chi square.</em> Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia (p-value = 0,003 α), perilaku merokok (p-value = 0,040&lt; α) dengan kejadian Tuberkulosis Paru BTA positif di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang Tahun 2024. Saran dari penelitian ini adalah agar pasien aktif dalam mencari informasi untuk menambah pengetahun tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian Tuberkulosis Paru BTA Positif dan penelitian ini dapat menjadi bahan masukan dan pertimbangan dalam proses pencegahan TB paru BTA positif di Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah Pangkalpinang.</p> Ayu Marsanda, Hendra Kusumajaya, Kgs. M. Faizal (Array) Copyright (c) 2025 Ayu Marsanda, Hendra Kusumajaya, Kgs. M. Faizal https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/810 Fri, 31 Jan 2025 08:01:27 +0000 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA ORANG YANG LEBIH TUA https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/809 <p>Hipertensi merupakan penyebab utama kematian dini di seluruh dunia. Insiden hipertensi akan meningkat seiring bertambahnya usia, sering ditemukan pada orang tua. Tingginya terjadinya hipertensi disebabkan oleh perubahan struktur pada pembuluh darah besar, sehingga lumen menjadi lebih sempit dan dinding pembuluh darah menjadi kaku sehingga meningkatkan tekanan darah sistolik. Prevalensi hipertensi pada umur ≥ 45 tahun mengalami peningkatan kasus yang cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada orang yang lebih tua. Jenis penelitian dilakukan dengan desain <em>cross sectional</em>. Populasi semua pasien berusia ≥ 45 tahun yang rawat jalan dan inap di Puskesmas Tempilang pada bulan Januari tahun 2024 sebanyak 581 penderita. Cara menentukan sampel menggunakan rumus Slovin didapatkan 94 responden. Teknik yang digunakan yaitu <em>consecutive sampling</em>. Analisa data yang digunakan adalah analsis Univariat dan Analisis Bivariat dengan uji <em>chi square</em>. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara riwayat keluarga (<em>ρ-value </em>0,000; OR = 5,000), obesitas (<em>ρ-value </em>0,000; OR = 77,444), kebiasaan merokok (<em>ρ-value </em>0,000; OR = 7,764) dan pola tidur (<em>ρ-value </em>0,000; OR = 10,667) dengan kejadian hipertensi pada orang yang lebih tua di puskesmas Tempilang tahun 2024. Saran penelitian ini adalah diharapkan pasien dapat mengontrol penyebab terjadinya hipertensi sehingga tekanan dapat terkontrol.</p> Ahmad Fajar Haridiansyah, Arjuna, Ardianysah (Array) Copyright (c) 2025 Ahmad Fajar Haridiansyah, Arjuna, Ardianysah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/809 Fri, 31 Jan 2025 08:19:59 +0000 ANALISIS KEPATUHAN DIET DENGAN PROSES PENYEMBUHAN LUKA PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI CHANIA CARE CENTER KABUPATEN KEDIRI https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/836 <p>Diabetes Mellitus merupakan suatu penyakit yang tidak bisa sembuh dan memerlukan pengelolaan seumur hidup dalam mengontrol dan mengendalikan kadar gula darah untuk meningkatkan kualitas hidup penderita. Salah satu komplikasi yang ditakuti tapi dapat dihindari adalah luka diabetik atau gangren<strong>. </strong>Tujuan penelitian ini mengetahui analisis kepatuhan diet dengan proses penyembuhan luka pada pasien diabetes melitus di Scania care center kabupaten Kediri. Desain penelitian ini desain analitik kolerasi dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi seluruh penderita Diabetes dengan luka sejumlah 35 orang dan sampel sebagian dari penderita penderita Diabetes dengan luka sejumlah 32 responden dengan teknik <em>asidental sampling. </em>Variabel independen dalam penelitian ini adalah kepatuhan diet sedangkan variabel dependen adalah proses penyembuhan luka pada pasien diabetes melitus. Pengambilan data dengan kuesioner dan lembar observasi <em>Bates- Jensen Wound Assessment Tool (BWAT). </em>Data dinyatakan dengan skala ordinal, dianalisis menggunakan uji <em>Spearman signed rank test. </em>Hampir setengahnya kepatuhan diet pasien Diabetes Melitus Di Chania <em>Care</em><em> Center </em>Kabupaten Kediri kepatuhannya cukup sebanyak 15 responden (46,9%). Dan sebagian besar penyembuhan luka normal yaitu sebanyak 18 responden (56,3%). Hasil analisis <em>spearman rank</em> r = 0,004 &lt; 0,05 maka H1 diterima<strong>. </strong>Analiasis <em>spearman rank</em> ada hubungan kepatuhan diet dengan proses penyembuhan luka pada pasien diabetes melitus di Chania <em>Care Center</em> Kabupaten Kediri, diharapkan agar pasien diabetes melitus dengan luka juga menjaga pola makan dengan diet sesuai kalori.</p> Anik Nuridayanti, Slamet Jayadi, Yoyok Yulianto (Array) Copyright (c) 2025 Anik Nuridayanti, Slamet Jayadi, Yoyok Yulianto https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/836 Fri, 31 Jan 2025 08:26:23 +0000 PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG ORGAN REPRODUKSI GUNA MENGETAHUI IDENTITAS DIRI PADA ANAK DI SDN ASMOROBANGUN 02 KEDIRI https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/849 <p>Pada masa sekolah inilah anak usia 6-12 tahun mulai diperkenalkan tentang pentingnya gender. Perkembangan anak banyak dibicarakan bahwa dasar kepribadian seseorang terbentuk pada masa anak-anak. Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab anak mengalami gangguan emosi berupa perilaku menyimpang. Faktor penyebab tersebut berasal dari anak sendiri dan dapat juga dari lingkungannya. Sehingga anak perlu mengetahui pentingnya perbedaan secara karateritik jenis kelamin mereka atau gender mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap pengetahuan tentang organ reproduksi guna mengetahui identitas diri pada anak di SDN Asmorobangun 02 Kediri. Design penelitian yang digunakan adalah analitik. Populasi penelitian yaitu semua anak usia sekolah usia 7-8 tahundi SDN Asmorobangun o2 Kediri. Tehnik sampling penelitian yang digunakan total sampling, besar sampel yakni sebanyak 28 responden. Variabel independent adalah Pendidikan Kesehatan, sedangkan Variabael Dependen Pengetahuan. Uji Analisis yang digunakan adalah Spearman Rho. Hasil penelitian didapatkan sebelum diberikan Pendidikan Kesehatan adalah 50% pengetahuan kurang sebanyak 14 responden (50%), sedangkan setelah diberikan Pendidikan Kesehatan didapatkan Sebagian besar pengetahuan baik sebanyak 20 responden (71,4%). Hasil analisis di dapatkan P= 0,000 yang artinya ada pengaruh yang sangat sifnifikan dengan diberikan Pendidikan Kesehatan terhadap pengetahuan pada anak. Hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa dengan diberikan informasi makan mampu memberikan informasi dan mengubah Tingkat pengetahuan mereka.</p> Dian Taviyanda, Selvia David Richard, Kili Astarani, Yoyok Febrijanto (Array) Copyright (c) 2025 Dian Taviyanda, Selvia David Richard, Kili Astarani, Yoyok Febrijanto https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/849 Fri, 31 Jan 2025 08:31:15 +0000 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESIAPAN LULUSAN DIPLOMA TIGA KEPERAWATAN UNTUK BEKERJA PADA UNIT GAWAT DARURAT https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/847 <p>Program studi Diploma 3 Keperawatan Stikes Pamenang telah menetapkan visi keilmuan dalam bidang kedaruratan. Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengukur capaian visi tersebut adalah melalui penilaian atas kesiapan lulusan pendidikan diploma 3 Keperawatan untuk bekerja di unit gawat darurat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesiapan lulusan perawat untuk bekerja pada unit gawat darurat.</p> <p>Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Variabel independen penelitian motivasi, kesungguhan dan keseriusan, ketrampilan dan kedisiplinan. Variabel dependen penelitian adalah kesiapan bekerja. Populasi penelitian adalah mahasiswa Prodi D-3 Keperawatan Stikes Pamenang yang menghadapi kelulusan pada tahun 2019. Jumlah responden penelitian adalah 46 lulusan dari Stikes Pamenang (total sampling). Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner penelitian dalam skala likert 6 point. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesiapan lulusan perawat pada pendidikan Diploma III Keperawatan Stikes Pamenang pada kategori&nbsp; motivasi, kesiapan dan keseriusan, ketrampilan dan kedisiplinan sebagian besar pada level cukup.</p> <p>Dari hasil penelitian, maka disarankan bagi program studi diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan, warna kurikulum dan atau penguatan motivasi agar lulusan dapat lebih siap untuk bekerja di layanan kegawatdaruratan</p> Anas Tamsuri (Array); Aris Dwi Cahyono, Suryono Copyright (c) 2025 Anas Tamsuri; Aris Dwi Cahyono, Suryono https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/847 Fri, 31 Jan 2025 08:36:43 +0000 INSIDEN TOXIC RELATIONSHIP PADA REMAJA JURUSAN KEPERAWATAN https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/824 <p>Fenomena <em>toxic relationship</em> atau hubungan beracun banyak terjadi pada remaja di era ini. <em>Toxic relationship</em> merupakan hubungan yang merugikan satu pihak, baik itu dalam hubungan pertemanan, asmara, maupun hubungan dengan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang gambaran insiden toxic relationship pada remaja di program studi D III keperawatan TK III ITSK RS dr Soepraoen.. Desain penelitian ini merupakan desain penelitian deskriptif. Populasi berjumlah 130 mahasiswa D III Keperawatan TK III ITSK RS Dr. Soepraoen. Sampel berjumlah 130 mahasiswa. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Penelitian ini dilakukan pada 1-5 Juli 2024. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner <em>toxic relationship</em> dan variabel yang diteliti adalah <em>toxic relationship</em>. Analisa data menggunakan analisa data univariat. Hasil penelitian diatas disimpulkan bahwa insiden toxic relationship dengan jumlah 130 responden, menunjukkan sebagian besar mahasiswa tidak <em>toxic relationship</em> sejumlah 91 orang (70%) dan hampir setengah mahasiswa <em>toxic relationship</em> sejumlah 39 orang (30%). Ini terjadi karena masing-masing individu tidak membatasi satu sama lain dalam pertemanan, memberikan kebebasan kepada orang-orang di sekitarnya. Akibatnya, tidak terbentuk lingkaran pertemanan yang beracun<em>. </em>Dari hasil penelitian dimungkinkan <em>toxic relationship</em> banyak terjadi pada perempuan rentang usia 20-21 tahun yang mempunyai kelompok pertemanan hal ini diharapkan responden lebih baik mempunyai teman sedikit tetapi nyaman atau bahagia daripada mempunyai banyak teman atau kelompok pertemanan tetapi menjadi hubungan yang beracun<em>.</em></p> Shafa Agista Tiara Auberta, Dian Pitaloka Priasmoro, Musthika Wida Mashita (Array) Copyright (c) 2025 Shafa Agista Tiara Auberta, Dian Pitaloka Priasmoro, Musthika Wida Mashita https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/824 Fri, 31 Jan 2025 08:43:35 +0000 LAYANAN 24/7 SEBAGAI STRATEGI PENCEGAHAN SELF-HARM UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PADA REMAJA YANG MENGALAMI DEPRESI: TINJAUAN SISTEMATIK https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/823 <p>Masa remaja adalah periode transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa, di mana terjadi banyak perubahan dalam tubuh, perilaku, dan peran sosial. Jika perubahan ini tidak diiringi dengan kemampuan adaptasi yang baik, remaja bisa mengalami stres, kecemasan, depresi, bahkan berisiko melakukan tindakan melukai diri sendiri atau self-harm. Self-harm adalah perilaku melukai diri sendiri yang dilakukan akibat respon masalah kompleks dan keadaan yang terasa di luar kendali, yang bisa berakibat fatal bagi individu tersebut. Faktor penyebab <em>self-harm </em>yaitu gangguan depresi, gangguan mood, masalah sosial dan kekerasan, pengaruh media sosial, serta kondisi emosional yang intens. Dengan banyaknya kejadian kasus <em>self harm </em>untuk itu muncul inovasi terkait pelayanan pencegahan <em>self harm </em>pada remaja, dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup remaja khususnya di Indonesia. Pada perkembangan IPTEK saat ini inovasi layanan kesehatan berbasis revolusi 4.0 dapat mengupayakan layanan kesehatan pada penderita <em>self-harm</em>. Diantaranya adalah layanan <em>e-health</em>, layanan psikologi online, layanan aplikasi atau kits/kit yang dapat diandalkan. Keempat inovasi ini tergolong dalam inovasi layanan 24/7. Dengan adanya inovasi layanan 24/7 berbasis revolusi 4.0 dapat mencegah terjadinya self-harm dan meningkatkan kualitas hidup remaja indonesia dengan mengembangkan diri dan pola pikiran yang baik.</p> Vania Meysha Belinda Azzahra, Dian Pitaloka Priasmoro, Zelda Amalia, Santa Naftali Tesalonika, Triyas Rachmawati (Array) Copyright (c) 2025 Vania Meysha Belinda Azzahra, Dian Pitaloka Priasmoro, Zelda Amalia, Santa Naftali Tesalonika, Triyas Rachmawati https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/823 Fri, 31 Jan 2025 08:51:06 +0000 PENYULUHAN KESEHATAN EFEKTIF DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT DHF (DENGUE HEMORAGIC FEVER) PADA ANAK DI SDN BANGSAL 4 KOTA KEDIRI https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/855 <p>Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama di daerah tropis, termasuk Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti (Astriana and Makkasau 2024). Permasalahan yang ada, banyak siswa-siswi di SDN Bangsal 4 terjangkit DHF karena kurang menjaga kebersihan seperti membuang sampah sembarangan. Oleh karena itu perlunya intervensi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan penyakit ini melalui Penyuluhan Kesehatan. Penyuluhan kesehatan diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan DBD, sehingga mengurangi angka kejadian penyakit tersebut (Sunarti et al. 2022). Penyuluhan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan pemahamaman siswa-siswi mengenai penyakit DHF dan cara pencegahannya. Tujuan akhirnya yaitu siswa-siswi dapat terhindar dari penyakit DHF. Populasi dari Penyuluhan kesehatan ini yaitu siswa-siswi kelas 5 di SD Negeri Bangsal 4 yang berjumlah 22 siswa. Penyuluhan dilakukan dengan metode pre-test dan post-test. Siswa-siswi mengerjakan soal sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan untuk mengukur pemahaman mereka terkait materi yang telah disampaikan. Hasil dari Pre-Test yang diberikan sebelum dilakukannya Penyuluhan kesehatan menunjukkan jumlah nilai siswa-siswi yang mendapat nilai dengan kategori kurang sebesar 27%, cukup 50%, dan baik 23%. Setelah diberikan edukasi, siswa siswi mampu menjawab pertanyaan terkait pengetahuan tentang pencegahan DHF. Hasil Post-Test siswa-siswi mendapat nilai dengan kategori kurang 0%, cukup 23%, dan baik 77%. Dari hasil tersebut diperoleh kesimpulan bahwa penyuluhan kesehatan mengenai penyakit DHF dan pencegahannya efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa-siswi untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit DHF.</p> Maria Anita Yusiana (Array); Sutik; Erva Elli Kristanti (Array) Copyright (c) 2025 Maria Anita Yusiana; Sutik; Erva Elli Kristanti https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/855 Fri, 31 Jan 2025 08:56:25 +0000