https://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/issue/feedJURNAL PENELITIAN KEPERAWATAN2026-02-04T02:29:15+00:00Desi Natalia Trijayanti Idrisuptppmstikesrsbk@gmail.comOpen Journal SystemsJurnal Penelitian Keperawatanhttps://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/922GAMBARAN PENGETAHUAN IBU RUMAH TANGGA MENGENAI PERTOLONGAN PERTAMA PADA KORBAN LUKA BAKAR2026-02-04T02:29:15+00:00Gusti Ayu Agung Mutiara Santhika Dewimutiarasanthika2001@gmail.comA.A Istri Dalem Hana Yundarimutiarasanthika2001@gmail.comNi Komang Sukra Andinimutiarasanthika2001@gmail.com<p>Api, sentuhan, panas, dingin, radiasi, zat kimia, listrik, dan siapa pun, di mana pun, kapan pun dapat menyebabkan luka bakar. Penyakit ini dapat memburuk dan membutuhkan waktu lama untuk sembuh. Penanganan luka bakar yang tidak tepat masih umum terjadi di kalangan ibu rumah tangga. Penelitian ini mengkaji pengetahuan perempuan Desa Timpag tentang pertolongan pertama luka bakar.Dengan menggunakan teknik stratified random selection, 275 responden dipilih dari populasi 1033 ibu rumah tangga untuk penelitian deskriptif kuantitatif ini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa 89 responden, atau 32,4% dari sampel, berusia antara 26 dan 35 tahun, berpendidikan SMA sebanyak 122 responden (44,4%), menerima sumber informasi melalui internet sebanyak 96 responden (34,9%), dan pernah mengalami luka bakar sebanyak 213 responden (77,5%). Mayoritas pengetahuan responden dikategorikan cukup, yaitu sebanyak 160 responden (58,2%), 93 responden (33,8%) berpengetahuan baik, dan 22 responden (8%) memiliki pengetahuan kurang. Tingkat pengetahuan ibu rumah tangga yang tidak merata bisa di pengaruhi oleh berbagai hal seperti usia, namun pengaruh usia juga bergantung pada konteks pendidikan, sumber informasi yang di dapat, dan pengalaman pribadi.</p>2026-01-21T03:38:39+00:00Copyright (c) 2026 Gusti Ayu Agung Mutiara Santhika Dewi, A.A Istri Dalem Hana Yundari, Ni Komang Sukra Andinihttps://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/926HUBUNGAN HEMATOKRIT DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI RSD BALUNG JEMBER2026-02-04T02:29:15+00:00Lailatul Faizahlailafaizah472@gmail.comAndi Eka Pranataandiekapranata@uds.ac.idEmi Eliya Astutikemieliya2002@uds.ac.idAkhmad Efrizal Amrullahsandan.efrizal@gmail.com<p>Salah satu penyebab kematian paling umum di seluruh dunia adalah hipertensi, penyakit tidak menular. Kondisi di mana jumlah eritrosit meningkat sementara volume plasma darah menurun disebut hematokonsentrasi. Peningkatan hematokrit dapat memengaruhi viskositas darah, yang dapat meningkatkan resistensi perifer dan beban kerja jantung, menyebabkan tekanan darah meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan hematokrit dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Populasi penelitian ini adalah pasien penderita hipertensi yang sedang menjalani rawat inap. Jumlah sampel sebanyak 34 orang. Analisis yang digunakan adalah <em>Uji Korelasi Spearmen</em>. Pada kondisi hematokrit normal, ditemukan pasien dengan tekanan darah normal sebanyak 1 orang laki-laki dan 2 orang Perempuan, sedangkan pada kondisi tinggi atau hemokonsentrasi, ditemukan pasien dengan tekanan darah tinggi sebanyak 13 orang laki-laki dan 18 orang perempuan. Hasil uji korelasi <em>Spearman</em> pada tekanan darah sistol laki-laki didapatkan nilai <em>p-value</em> 0,006 dengan nilai koefisien korelasinya 0,696 sementara pada tekanan darah diastole laki-laki didapatkan nilai <em>p-value</em> 0,005 dengan nilai koefisien korelasinya 0,709 serta pada tekanan darah sistol & diastole perempuan didapatkan nilai <em>p-value</em> 0,001 dengan nilai koefisien korelasinya sebesar 0,701. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kadar hematokrit dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. Semakin tinggi kadar hematokrit, semakin meningkat pula tekanan darah, baik tekanan sistol maupun diastol.</p>2026-01-21T03:39:32+00:00Copyright (c) 2026 Lailatul Faizah, Andi Eka Pranata, Emi Eliya Astutik, Akhmad Efrizal Amrullahhttps://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/931PENGARUH PROMOSI KESEHATAN MELALUI MEDIA E-BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN PENCEGAHAN GASTRITIS PADA REMAJA DI SMPN 5 MASBAGIK2026-02-04T02:29:15+00:00Maruli Taufandasmarta86lombok@gmail.comDina Alfiana Ikhwanimarta86lombok@gmail.comAnatun Aupiamarta86lombok@gmail.comRia Aryantimarta86lombok@gmail.comNandang DD Khairarimarta86lombok@gmail.com<p>Gastritis merupakan kondisi dimana terjadi peradangan pada daerah lambung. Keluhan yang sering terjadi pada remaja salah satunya adalah gastritis, karena remaja tidak sarapan pagi sebelum berangkat ke sekolah. Upaya untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang gastritis dilakukan dengan cara pendidikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan melalui media <em>e-booklet </em>dan<em> leaflet </em>terhadap pengetahuan pencegahan tentang gastritis pada remaja di SMPN 5 Masbagik. Jenis penelitian ini adalah <em>Quasi Eksperimental </em>dengan desain <em>non-equivalent control group design</em>. Penelitian ini melibatkan 2 kelompok yang bertujuan untuk menggabarkan ada tidaknya pengaruh dan perbandingan antara media <em>e-booklet </em>dan media <em>leaflet </em>untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan gastritis dengan jumlah 67 responden dan teknik pengambilan sampel <em>stratified random sampling. </em>Analisa data yang digunakan adalah <em>uji wilcoxon </em>dan<em> uji man whitney</em>. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh sebelum dan sesudah promosi kesehatan dilakukan melalui media <em>e-booklet </em>dan <em>leaflet </em>dengan nilai <em>p-value</em> 0,000 (<0,05). Pada penelitian ini tidak ditemukan perbedaan yang signifikan dari ke dua media tersebut dengan nilai p= 0.196 > α = 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh promosi kesehatan melalui media <em>e-booklet </em>dan <em>leaflet </em>dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan gastritis<em>. </em>Sedangkan perbandingan dari media <em>e-booklet </em>dan <em>leaflet </em>tidak ditemukan perbandingan yang sifnfikan dari ke dua media tersebut.</p>2026-01-21T03:40:06+00:00Copyright (c) 2026 Maruli Taufandas, Dina Alfiana Ikhwani, Anatun Aupia, Ria Aryanti, Nandang DD Khairarihttps://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/921UNMET NEED PADA PASANGAN USIA SUBUR DI LINGKUNGAN MASYARAKAT DESA KARANG JAYA KECAMATAN NAMLEA KABUPATEN BURU PROPINSI MALUKU2026-02-04T02:29:15+00:00Tintin Hariyanitintinhariyani2@gmail.comSiti Asiyah aninkamila@gmail.comMegawati Saleh Umasangajitintinhariyani2@gmail.com<p>Angka <em>unmet need</em> dalam konteks Keluarga Berencana (KB) merujuk pada persentase Pasangan Usia Subur (PUS) yang ingin menunda atau menghentikan kehamilan, tetapi tidak menggunakan alat kontrasepsi. Target angka unmet need di Indonesia adalah 8%. Sedangkan angka <em>unmet need</em> di Indonesia saat ini adalah 11,5%. Tingginya angka <em>unmet need</em> ini di sebabkan oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan <em>unmet need</em> pada ibu atau wanita menikah di Desa Karang Jaya Kecamatan Namlea Kabupaten Buru Propinsi Maluku. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik asosiatif. Varibel independen yaitu sikap dan dukungan suami. Variabel dependen yaitu kejadian <em>unmet need</em>. Populasi penelitian adalah wanita menikah usia 18-49 tahun sejumlah 463 orang. Besar sampel adalah 54 orang. Teknik sampling yang digunakan <em>simple random sampling</em>. Penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai Juli 2024. Instrumen penelitian yaitu kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji <em>chi-square</em> dengan <em>confident interval</em> 95% dan <em>Odds Ratio (OR) </em>untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sikap terhadap KB (p = 0.027), dan dukungan suami (p = 0.024), dengan kejadian <em>unmet need</em>. Kejadian <em>unmet need</em> di Desa Karang Jaya dipengaruhi oleh sikap dan dukungan suami. Sikap dan dukungan suami yang rendah tentang KB dapat meningkatkan angka <em>unmet need. </em>Saran untuk menurunkan kejadian <em>unmet need</em> maka perlu peningkatan pengetahuan, sikap, dan dukungan dari suami.</p>2026-01-21T03:41:56+00:00Copyright (c) 2026 Tintin Hariyani, Siti Asiyah , Megawati Saleh Umasangajihttps://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/925PERBANDINGAN NILAI INDEKS CASTELLI RISK II PADA FAKTOR RESIKO STROKE ISKEMIK SERANGAN PERTAMA2026-02-04T02:29:15+00:00Zenine Charolin Sinulingga41210612@students.ukdw.ac.idRizaldy Taslim Pinzonrizaldy_pinzon@staff.ukdw.ac.idLoury Priskilaloury@staff.ukdw.ac.idMMA Dewi Lestari41210612@students.ukdw.ac.id<p><span class="fontstyle0">Background: Ischemic stroke is the most common type of stroke and a leading cause of disability and death. One of its major risk factors is dyslipidemia, which can be assessed using the Castelli Risk Index II (CRI-II), calculated as the ratio of LDL to HDL. A high CRI-II indicates increased atherogenic potential and a higher likelihood of stroke occurrence, particularly the first event.</span></p> <p><span class="fontstyle0">Objective: This study aims to determine the comparison of CRI-II values based on ischemic stroke risk factors such as hypertension, age, sex, diabetes mellitus, smoking status, and lipid profiles in patients with first-onset ischemic stroke.</span></p> <p><span class="fontstyle0">Methods: This was a descriptive analytic study using a cross-sectional approach and secondary data from 120 ischemic stroke patients aged 40–59 years across several hospitals in Yogyakarta. Data analysis was conducted using the Kolmogorov-Smirnov normality test and the chi-square test to assess relationships between variables.</span></p> <p><span class="fontstyle0">Results: Most patients (55%) had high CRI-II values (>3.5). No significant differences in CRI-II were found based on hypertension, age, sex, smoking status, or history of diabetes mellitus. However, there was a significant association between high LDL levels and CRI-II values (p=0.001), indicating the dominant role of LDL in increasing atherosclerotic risk, as LDL is directly involved in the CRI-II calculation.</span></p> <p><span class="fontstyle0">Conclusion: There were no significant differences in CRI-II values across most analyzed risk factors, except for LDL levels. This highlights the importance of lipid control, especially LDL, in preventing first-time ischemic stroke.</span></p>2026-01-21T03:58:57+00:00Copyright (c) 2026 Zenine Charolin Sinulingga, Rizaldy Taslim Pinzon, Loury Priskila, MMA Dewi Lestarihttps://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/934HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI KOPI TERHADAP GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE (GERD) PADA MAHASISWA KESEHATAN DI DKI JAKARTA2026-02-04T02:29:15+00:00Gabriel Valmorrine Firdausgabycollegeacc@gmail.comNia Roslianygabycollegeacc@gmail.comYarwin Yarigabycollegeacc@gmail.com<p><em>Gastroesophageal Reflux Disease</em> (GERD) adalah gangguan pencernaan yang cukup sering terjadi, salah satunya dipengaruhi oleh gaya hidup dan pola konsumsi, termasuk konsumsi kopi. Kebiasaan minum kopi di kalangan mahasiswa cukup tinggi, meskipun mahasiswa kesehatan memiliki pemahaman mengenai dampak dari GERD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi kopi terhadap kejadian GERD pada mahasiswa kesehatan di DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 104 responden mahasiswa kesehatan di DKI Jakarta diperoleh melalui <em>purposive sampling.</em> Data dikumpulkan menggunakan kuesioner GERD-Q dan kuesioner konsumsi kopi, lalu dianalisis dengan uji <em>Chi-square</em>. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berusia 21–24 tahun, mayoritas berjenis kelamin perempuan, dengan jenis kopi yang paling banyak dikonsumsi adalah kopi instan, dan mayoritas baru mengkonsumsi kopi selama 0–1 tahun. Lebih dari separuh responden (51,9%) memiliki kemungkinan mengalami GERD. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara konsumsi kopi dengan kejadian GERD (p=0,029). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara konsumsi kopi dengan kejadian GERD pada mahasiswa kesehatan di DKI Jakarta. Hasil ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi mahasiswa untuk lebih bijak dalam mengkonsumsi kopi guna mencegah risiko GERD.</p>2026-01-21T04:03:39+00:00Copyright (c) 2026 Gabriel Valmorrine Firdaus, Nia Rosliany, Yarwin Yarihttps://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/932HUBUNGAN PAPARAN MEDIA SOSIAL DENGAN RISIKO BODY DYSMORPHIC DISORDER PADA REMAJA PUTRI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA JAKARTA2026-02-04T02:29:15+00:00Fitri Sartika Sutarsonofsartikasutarsono@gmail.comTri Setyaningsihfsartikasutarsono@gmail.comDian Fitriafsartikasutarsono@gmail.com<p>Remaja merupakan kelompok yang paling aktif menggunakan media sosial, namun juga rentan terhadap dampak negatif dari paparan konten visual yang menampilkan standar kecantikan tidak realistis. Salah satu dampak psikologis yang dapat timbul adalah <em>Body Dysmorphic Disorder (BDD),</em> yaitu gangguan mental yang ditandai dengan ketidakpuasan berlebihan terhadap penampilan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paparan media sosial dengan risiko BDD pada remaja putri kelas 9 di salah satu SMP Negeri Jakarta. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan <em>cross-sectional</em>, melibatkan 110 siswi yang dipilih melalui <em>purposive sampling.</em> Instrumen penelitian berupa kuesioner intensitas penggunaan media sosial dan gejala BDD, dengan analisis data menggunakan uji <em>Spearman Rank</em>. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara paparan media sosial dan risiko BDD (ρ = 0,200 dan p = 0,036). Mayoritas responden berada pada kategori sedang baik dalam tingkat paparan media sosial maupun risiko BDD, dengan gejala dominan berupa pemeriksaan diri kompulsif. Disimpulkan bahwa semakin tinggi paparan media sosial, semakin tinggi pula risiko remaja mengalami BDD. Oleh karena itu, diperlukan intervensi preventif seperti literasi media, edukasi kesehatan mental, serta dukungan psikososial di sekolah untuk menurunkan risiko gangguan citra tubuh.</p>2026-01-21T04:08:00+00:00Copyright (c) 2026 Fitri Sartika Sutarsono, Tri Setyaningsih, Dian Fitriahttps://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/936PENINGKATAN PENGETAHUAN HIPERTENSI MELALUI MEDIA VIDEO ANIMASI2026-02-04T02:29:15+00:00 Fajar Nur Rahmanfajarnurrahman77@gmail.comYarwin Yarifajarnurrahman77@gmail.comIka Mustafidafajarnurrahman77@gmail.com<p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering dijuluki sebagai <em>silent killer</em> karena seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas, namun dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius seperti stroke, gagal ginjal, hingga kematian di wilayah kerja Puskesmas Karang Satria, Kabupaten Bekasi. Salah satu penyebab tingginya kasus hipertensi adalah rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat tentang penyakit ini, meliputi faktor risiko, upaya pencegahan, serta cara pengelolaannya. karena itu, diperlukan strategi edukasi yang menarik dan efektif, salah satunya melalui media video animasi yang dapat meningkatkan daya tarik serta pemahaman masyarakat terhadap informasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi melalui media video animasi terhadap tingkat pengetahuan hipertensi pada masyarakat, Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>quasi experimental</em> jenis <em>one group pretest-posttest</em>. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 responden yang dipilih dengan teknik <em>purposive sampling</em> berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner <em>Hypertension Knowledge Level Scale</em> berisi 16 pertanyaan. Intervensi berupa video animasi edukasi tentang hipertensi, Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan yang signifikan setelah intervensi. Hasil uji <em>Wilcoxon Signed Rank Test</em> menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya pengaruh signifikan dari edukasi melalui video animasi terhadap peningkatan pengetahuan responden mengenai hipertensi. Dapat disimpulkan bahwasanya terdapat perbedaan yang signifikan, Perbedaan nilai pengetahuan responden mengenai hipertensi antara hasil pre-test dan post-test setelah diberikan intervensi berupa edukasi melalui media video animasi, Temuan ini membuktikan adanya pengaruh yang baik penggunaan media video animasi terhadap tingkat pengetahuan hipertensi, Dalam upaya pencegahan serta penanganan terhadap penyakit Hipertensi.</p>2026-01-21T04:12:21+00:00Copyright (c) 2026 Fajar Nur Rahman, Yarwin Yari, Ika Mustafidahttps://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/940HUBUNGAN STRES DAN KUALITAS TIDUR TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF)2026-02-04T02:29:15+00:00Salmiya Hasanahhasanahsalmiya@gmail.comNurwijaya Fitrihasanahsalmiya@gmail.comArdiansyahhasanahsalmiya@gmail.com<p>Kualitas hidup penderita <em>congestive heart failure</em> (CHF) dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain usia, jenis kelamin, pekerjaan, tingkat pendidikan, klasifikasi <em>New York Heart Association</em> (NYHA), tingkat keparahan gagal jantung, risiko kematian, dan kondisi kesehatan mental. Pasien dengan CHF sering kali mengalami kecemasan, kesulitan tidur, stres, dan rasa putus asa akibat penyakit yang diderita yang dapat menurunkan kualitas hidup mereka, bahkan meningkatkan risiko kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan stres dan kualitas tidur terhadap kualitas hidup pasien <em>congestive heart failure</em>. Jenis penelitian dilakukan dengan desain <em>cross sectional</em>. Populasi semua pasien CHF yang berobat jalan di poliklinik jantung RSUD Sejiran Setason Bangka Barat pada bulan Oktober-Desember 2024 sebanyak 192 pasien. Cara menentukan sampel menggunakan rumus Slovin didapatkan 70 responden. Teknik yang digunakan yaitu <em>consecutive sampling</em>. Analisa data adalah analsis Univariat dan Analisis Bivariat dengan uji <em>chi square</em>. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan stress (<em>ρ-value </em>0,000) dan kualitas tidur (<em>ρ-value </em>0,001 dan OR = 7,765) terhadap kualitas hidup pasien <em>Congestive Heart Failure</em> (CHF) di Poliklinik Jantung RSUD Sejiran Setason Bangka Barat tahun 2025. Saran penelitian ini adalah diharapakan instansi Rumah Sakit dapat menyediakan program edukasi mengenai pentingnya pengelolaan stres dan tidur bagi pasien CHF.</p>2026-01-21T04:17:50+00:00Copyright (c) 2026 Salmiya Hasanah, Nurwijaya Fitri, Ardiansyahhttps://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/944PENGARUH KOMPRES LIDAH BUAYA (ALOE VERA) TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH PADA ANAK DEMAM BERDARAH DENGUE2026-02-04T02:29:15+00:00Irfan Fahrizairfanfahriza1706@gmail.comIndri Puji Lestariirfanfahriza1706@gmail.comAgustinirfanfahriza1706@gmail.com<p>Dampak DBD pada kondisi kesehatan anak apabila tindakan dalam mengatasi suhu tubuh tidak tepat dan lambat maka akan mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan anak terganggu. Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat akan menimbulkan komplikasi lain seperti hipertermi. Tindakan yang dapat dilakukan memberikan kompres dengan lidah buaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompres lidah buaya terhadap penurunan suhu tubuh pada anak. Penelitian ini menggunakan<em> Grup pretest posttest design</em>. Populasi dari penelitian ini adalah anak yang mengalami DBD di RSUD Drs. H Abu Hanifah 2024 sebanyak 55 anak. Sampel dibagi menjadi 2 yaitu kelompok intervensi sebanyak 8 orang dan kelompok kontrol sebanyak 8 orang. Teknik pengambilan sampel ini menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Analisa data yang digunakan adalah analsis Univariat dan Analisis Bivariat dengan uji <em>Independent Sample T-Test</em>. Hasil penelitian uji statistik <em>Independent Sample T-Test</em> didapatkan p value 0,001 kurang dari α (0,05). Terdapat pengaruh pemberian kompres lidah buaya (<em>aloe vera</em>) terhadap penurunan suhu tubuh pada anak dengan Demam Berdarah <em>Dengue</em> (DBD) di RSUD Drs. H. Abu Hanifah Tahun 2025. Saran penelitian ini adalah diharapkan pihak fasilitas pelayanan kesehatan dapat mempertimbangkan penggunaan kompres lidah buaya sebagai bagian dari terapi pendukung dalam manajemen demam pada pasien anak.</p>2026-01-21T04:22:11+00:00Copyright (c) 2026 Irfan Fahriza, Indri Puji Lestari, Agustinhttps://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/948FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN SECTIO CAESAREA (SC)2026-02-04T02:29:15+00:00Qun Khaironkun.khairon10155@gmail.comAgustinkun.khairon10155@gmail.comRezka Nurvinandakun.khairon10155@gmail.com<p>Persalinan menurut proses berlangsungnya terdiri dari persalinan normal dan persalinan buatan yang dilakukan dengan operasi<em> sectio caesarea.</em> Persalinan <em>sectio caesarea</em> dilaksanakan karena adanya indikasi medis maupun indikasi non medis. Indikasi medis terdiri dari dua faktor yaitu faktor janin dan faktor ibu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian <em>sectio caesarea</em> (SC). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan <em>case control</em><em>. </em>Populasi dari penelitian ini adalah semua ibu bersalin pada tahun 2024 sebanyak 424 orang. Sampel dibagi menjadi 2 yaitu kelompok kasus sebanyak 89 orang dan kelompok kontrol sebanyak 89 orang. Teknik pengambilan sampel ini menggunakan teknik <em>non probability sampling</em>. Analisa data yang digunakan adalah analsis Univariat dan Analisis Bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian uji statistik <em>chi square</em> ada hubungan usia (<em>ρ-value </em>0,000), paritas (<em>ρ-value </em>0,020), preeklamsia (<em>ρ-value </em>0,000) dan KPD (<em>ρ-value </em>0,001) dengan kejadian <em>sectio caesarea</em> (SC) di ruang Bougenville RSUD Drs. H. Abu Hanifah Tahun 2025. Kesimpulan penelitian ini ada hubungan usia, paritas, preeklamsia dan KPD dengan kejadian <em>sectio caesarea</em> (SC) di ruang Bougenville RSUD Drs. H. Abu Hanifah Tahun 2025. Saran penelitian ini adalah Kepada instansi kesehatan diharapkan mampu meningkatkan upaya edukatif mengenai pentingnya perencanaan kehamilan yang aman dan sehat.</p>2026-01-21T04:26:47+00:00Copyright (c) 2026 Qun Khairon, Agustin, Rezka Nurvinandahttps://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/857DETERMINAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI PUSKESMAS RIAS 20242026-02-04T02:29:15+00:00Asnurasnurasnur.ici@gmail.comIndri Puji Lestariasnurrifqi@gmail.comRezka Nurvinandaasnurrifqi@gmail.com<p>Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di negara berkembang. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan ibu, status imunisasi, dan status merokok anggota keluarga dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Rias tahun 2024. Desain penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 75 ibu yang memiliki balita, dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tervalidasi yang mengukur karakteristik responden, tingkat pengetahuan ibu, status imunisasi, dan status merokok anggota keluarga. Analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat dengan Chi-Square pada taraf signifikansi 0,05 menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi ISPA mencapai 70,7%. Uji Chi-Square menghasilkan p-value untuk tingkat pengetahuan ibu sebesar 0,037 (OR 3,583; 95% CI: 1,211-10,606), status imunisasi sebesar 0,037 (OR 3,583; 95% CI: 1,211-10,606), dan status merokok anggota keluarga sebesar 0,000 (OR 31,250; 95% CI: 9,746-100,224). Semua nilai p-value < 0,05 mengindikasikan hubungan signifikan. Paparan asap rokok menunjukkan asosiasi terkuat dengan risiko 31 kali lebih tinggi. Kesimpulannya, tingkat pengetahuan ibu, status imunisasi, dan paparan asap rokok merupakan determinan signifikan kejadian ISPA pada balita, dengan paparan asap rokok sebagai faktor risiko dominan yang memerlukan prioritas intervensi.</p>2026-01-21T04:31:57+00:00Copyright (c) 2026 Asnur, Indri Puji Lestari, Rezka Nurvinandahttps://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/858HUBUNGAN ANTARA PERAWATAN MANDIRI TUBERKULOSIS DENGAN KEKAMBUHAN PADA PENDERITA TBC DI PUSKESMAS TOBOALI BANGKA SELATAN2026-02-04T02:29:15+00:00Sapriyaniwanisapriyani@gmail.comKgs. M. Faizalwanisapriyani@gmail.comArjunawanisapriyani@gmail.com<p>Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis dengan angka kekambuhan yang masih tinggi. Kekambuhan dipengaruhi oleh kepatuhan pengobatan, motivasi pasien, dan kebiasaan merokok. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan perawatan mandiri tuberkulosis dengan kekambuhan pada penderita TBC di Puskesmas Toboali Bangka Selatan Tahun 2024. Desain penelitian menggunakan cross-sectional dengan 75 responden yang telah menyelesaikan satu siklus pengobatan. Pengumpulan data dilakukan pada 23 Oktober–24 November 2024 menggunakan kuesioner. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara kebiasaan merokok (p=0,002; OR=5,091; 95% CI=1,905-13,609), kepatuhan minum obat (p=0,000; OR=28,171; 95% CI=8,071-98,329), dan motivasi (p=0,000; OR=16,500; 95% CI=5,217-52,184) dengan kekambuhan TBC. Puskesmas Toboali perlu membentuk tim pendampingan pasien yang terdiri dari tenaga kesehatan dan kader untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan serta memberikan dukungan emosional melalui pendampingan langsung maupun komunikasi jarak jauh.</p>2026-01-21T04:37:38+00:00Copyright (c) 2026 Sapriyani, Kgs. M. Faizal, Arjunahttps://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/961HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV) PADA ANAK BUAH KAPAL (ABK) KEDATANGAN LUAR NEGERI DI PELABUHAN PANGKALBALAM TAHUN 20242026-02-04T02:29:15+00:00Tia Katianikatianitia@yahoo.comArjunakatianitia@yahoo.comKgs M. Faizalkatianitia@yahoo.com<p><em>Immunodeficiency Virus Human Immunodeficiency Virus</em> (HIV) menyerang sistem kekebalan tubuh dengan penularan utama melalui perilaku seksual berisiko. Anak Buah Kapal (ABK) memiliki mobilitas tinggi dan terpisah dari pasangan dalam waktu lama sehingga rentan terhadap penularan HIV. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap terhadap pencegahan HIV pada ABK kedatangan luar negeri di Pelabuhan Pangkalbalam. Penelitian menggunakan desain <em>cross-sectional</em> dengan <em>purposive sampling</em> melibatkan 69 responden. Instrumen berupa kuesioner tervalidasi mencakup pengetahuan HIV, sikap, dan perilaku pencegahan. Analisis data menggunakan uji <em>Chi-Square</em> dengan α=0,05. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan dengan pencegahan HIV (p=0,022; POR=3,538), dimana ABK dengan pengetahuan baik memiliki peluang 3,5 kali lebih besar melakukan pencegahan dengan baik. Terdapat hubungan signifikan antara sikap dengan pencegahan HIV (p=0,020; POR=3,614), dimana ABK dengan sikap positif memiliki peluang 3,6 kali lebih besar melakukan pencegahan dengan baik. Distribusi menunjukkan 50,7% responden memiliki pengetahuan kurang, 53,6% memiliki sikap negatif, dan 47,8% melakukan pencegahan kurang. Kesimpulan penelitian adalah terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dan sikap terhadap pencegahan HIV pada ABK kedatangan luar negeri di Pelabuhan Pangkalbalam tahun 2024. Diperlukan penguatan program edukasi kesehatan dan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan pencegahan HIV pada populasi ABK.</p>2026-01-21T04:42:50+00:00Copyright (c) 2026 Tia Katiani, Arjuna, Kgs M. Faizalhttps://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/937EFEKTIVITAS PEMBERIAN AROMATERAPI MAWAR TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI MENSTRUASI PADA REMAJA DI STIKES RS HUSADA2026-02-04T02:29:15+00:00Afina Eka Putriafinaeka14@gmail.comJehan Puspasariafinaeka14@gmail.comVeronica Yeni Rahmawatiafinaeka14@gmail.com<p>Gangguan menstruasi termasuk dismenore merupakan masalah kesehatan yang umum dialami oleh perempuan, ditandai dengan nyeri hebat saat menstruasi yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Aromaterapi merupakan salah satu cara non-farmakologis, yaitu terapi yang memanfaatkan minyak essensial untuk membentu memelihara kesehatan dan menenangkan jiwa serta tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian aromaterapi mawar dalam menurunkan intensitas nyeri menstruasi pada remaja. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test pada 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan adalah purposive sampling, dengan jumlah responden sebanyak 36 orang. Analisis data dilakukan menggunakan uji <em>Independent Sample t-Test. </em>Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara 2 kelompok (p = 0,000). Dengan demikian aromaterapi mawar efektif dalam mengurangi intensitas nyeri menstruasi, memberikan alternatif non-farmakologis yang aman untuk mengatasi dismenore.</p>2026-01-21T04:47:30+00:00Copyright (c) 2026 Afina Eka Putri, Jehan Puspasari, Veronica Yeni Rahmawatihttps://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/967PERAN SDMK PADA PENERAPAN APLIKASI SEHAT INDONESIAKU DALAM PENGELOLAAN DATA DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR2026-02-04T02:29:15+00:00Aris Dwi Cahyonoarisdc81@gmail.comLuluk Susiloningtyasarisdc81@gmail.comFannidya H. Zehoarisdc81@gmail.com<p>Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) merupakan aplikasi yang bertujuan mentransformasikan layanan kesehatan untuk melakukan pecatatan data pasien yang lebih efisien dan terintegrasi dalam data base. Peran SDMK dibutuhkan pada pencatatan dan pelaporan data program pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular di Puskesmas. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peran SDMK pada penerapan aplikasi sehat indonesiaku dalam pengelolaan data deteksi dini penyakit tidak menular. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 40 yang terdiri dari Kader PTM di Puskesmas Badas. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Metode analisis data dalam penelitian dilakukan secara deskriptif dengan perhitungan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan variabel memiliki nilai rata-rata yaitu pada aspek performance (3,9) kategori baik, aspek information (4,14) kategori baik, aspek economics (3,96) kategori baik, aspek control (4,09) kategori baik, aspek efficiency (4,08) kategori baik, dan aspek service (4,14) kategori baik. Dapat disimpulkan untuk penilaian yang dilakukan responden menunjukkan bahwa peran SDMK pada penerapan ASIK dapat dikategorikan baik. Namun perlu adanya perbaikan pada aspek performance terkait sistem yang sering mengalami error. Maka perlu lebih mengoptimalkan pelatihan dan sosialisasi ASIK secara rutin sehingga peran SDMK dalam penerapan ASIK dapat dioptimalkan dan menjadi lebih baik lagi.</p>2026-01-21T04:52:03+00:00Copyright (c) 2026 Aris Dwi Cahyono, Luluk Susiloningtyas, Fannidya H. Zehohttps://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/947HUBUNGAN POLA ASUH IBU BEKERJA TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK CEMARA JAKARTA UTARA2026-02-04T02:29:15+00:00Fitria Wulanfwulan.cap555@gmail.comErnawanifwulan.cap555@gmail.comKhalida Ziah Sibualamufwulan.cap555@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara pola asuh ibu bekerja dan perkembangan sosial anak prasekolah. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional, sebanyak 52 ibu bekerja di TK Cemara dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian meliputi data demografi, kuesioner pola asuh, dan kuesioner perkembangan sosial anak. Analisis data menggunakan uji Spearman menunjukkan mayoritas ibu menerapkan pola asuh positif (96,2%), namun 50% anak berisiko tinggi mengalami keterlambatan sosial. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara pola asuh ibu bekerja dan perkembangan sosial anak (r = 0,191; p = 0,174).</p>2026-01-21T04:57:20+00:00Copyright (c) 2026 Fitria Wulan, Ernawani, Khalida Ziah Sibualamuhttps://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/933HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DAN JUMLAH PARITAS TERHADAP PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI PADA PASANGAN USIA SUBUR DI WILAYAH PUSKESMAS PADEMANGAN2026-02-04T02:29:15+00:00Arimbi Presilliaarimbipresilia8@gmail.comJehan Puspasariarimbipresilia8@gmail.comVeronica Yeni Rahmawatiarimbipresilia8@gmail.com<p>Pemilihan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya adalah dukungan suami dan jumlah paritas. Dukungan suami memiliki peranan penting dalam proses pengambilan keputusan terkait kesehatan reproduksi, sedangkan jumlah paritas menggambarkan pengalaman kehamilan dan persalinan yang dapat mempengaruhi jenis kontrasepsi yang dipilih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami dan jumlah paritas terhadap pemilihan alat kontrasepsi pada pasangan usia subur di wilayah Puskesmas Pademangan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em> dan teknik <em>purposive sampling</em>, dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Analisis data dilakukan menggunakan uji <em>Chi-Square</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan pemilihan alat kontrasepsi (p = 0,027), dan hubungan yang sangat signifikan antara jumlah paritas dengan pemilihan alat kontrasepsi (p = 0,000). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dukungan suami dan jumlah paritas berpengaruh terhadap pemilihan alat kontrasepsi. Oleh karena itu, keterlibatan suami dalam program keluarga berencana dan edukasi tentang kontrasepsi berdasarkan jumlah paritas sangat penting untuk ditingkatkan.</p>2026-01-21T05:01:57+00:00Copyright (c) 2026 Arimbi Presillia, Jehan Puspasari, Veronica Yeni Rahmawatihttps://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/1014PENGARUH EDUKASI GAYA HIDUP SEHAT TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA DALAM PENCEGAHAN DIABETES MELITUS DI KOMUNITAS KARANG TARUNA2026-02-04T02:29:15+00:00Dinar Yuni Awalia Anilam Cahyaniyuniawaliadinar@gmail.comKili Astaraniastaranikili79@gmail.comTri Sulistyarinitrisulistyarini.stikesrsbk@gmail.comDebora AureliaDeborawasyana11@gmail.comStephanie Aurellyastephanieaurellya081103@gmail.com<p>Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan mulai mengancam kelompok usia remaja akibat perubahan gaya hidup. Upaya pencegahan sejak dini melalui edukasi gaya hidup sehat menjadi strategi penting dalam pengendalian faktor risiko DM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi gaya hidup sehat terhadap pengetahuan dan sikap remaja dalam pencegahan diabetes melitus di komunitas Karang Taruna Karya Winatra Kelurahan Banaran. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan <em>pre-experimental</em> one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 36 remaja anggota Karang Taruna Karya Winatra yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa edukasi gaya hidup sehat meliputi pola makan seimbang, aktivitas fisik, pengendalian berat badan, dan pencegahan perilaku berisiko. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji <em>paired t-test</em>. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan rerata skor pengetahuan dan sikap remaja setelah diberikan edukasi gaya hidup sehat. Uji statistik menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan edukasi gaya hidup sehat terhadap pengetahuan (p < 0,05) dan sikap remaja (p < 0,05) dalam pencegahan diabetes melitus. Edukasi gaya hidup sehat berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja dalam pencegahan diabetes melitus. Edukasi kesehatan yang terstruktur dan berkelanjutan direkomendasikan sebagai upaya promotif dan preventif di tingkat komunitas.</p>2026-01-21T05:04:56+00:00Copyright (c) 2026 Dinar Yuni Awalia Anilam Cahyani; Kili Astarani, Tri Sulistyarini, Debora Aurelia, Stephanie Aurellyahttps://jurnal.stikesbaptis.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/984ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE DENGAN MASALAH KEPERAWATAN HIPERVOLEMIA MENGGUNAKAN TERAPI KOMBINASI ANKLE PUMP EXERCCISE DAN ELEVASI KAKI 30 DERAJAT DI RUANGAN ABIMANYU RSUD JOMBANG2026-02-04T02:29:15+00:00Ajeng Dinda Ayu Nurlitaajengdindaaaa@gmail.comErna Tsalatsatul Fitriyahajengdindaaaa@gmail.comSudarsoajengdindaaaa@gmail.com<p><em>Chronic Kidney Disease</em> (CKD) adalah gangguan ginjal progresif yang menurunkan fungsi filtrasi. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah hipervolemia, ditandai dengan edema dan sesak napas. Penanganannya dapat dilakukan dengan farmakologis dan nonfarmakologis seperti terapi kombinasi ankle pump exercise dan elevasi kaki 30 derajat. Penelitian ini merupakan studi kasus pada dua pasien CKD di Ruang Abimanyu RSUD Kabupaten Jombang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Intervensi dilakukan selama tiga hari, dua kali sehari, pagi dan sore. Hasil: Setelah enam sesi, edema pada responden 1 menurun dari derajat +2 menjadi +1, dan pada responden 2 dari +1 menjadi tidak ada. Kedua responden mengalami penurunan sesak napas dan perbaikan tekanan darah. Terapi ini efektif meningkatkan aliran darah balik, mengurangi retensi cairan, dan memperbaiki hemodinamik tubuh. Perubahan signifikan terlihat setelah enam sesi intervensi. Intervensi pagi dan sore memberikan hasil optimal karena sesuai dengan pola penumpukan cairan. Terapi ini dapat diterapkan sebagai bagian dari keperawatan mandiri pada pasien CKD dengan hipervolemia.</p>2026-01-21T05:10:02+00:00Copyright (c) 2026 Ajeng Dinda Ayu Nurlita, Erna Tsalatsatul Fitriyah, Sudarso