KRISIS SEPEREMPAT BAYA (QUARTER LIFE CRISIS) PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR KEPERAWATAN DI ITSK RS. Dr. SOEPRAOEN MALANG
Abstract
Quarter life crisis didefinisikan sebagai krisis pada emosional yang dihadapi oleh individu pada fase masa transisi dari masa remaja ke masa dewasa. Pada kondisi ini dengan istilah “twentysomething” mengapa di istilahkan “twentysomething” karena lebih banyak terjadi pada usia 20 tahunan. Gejala yang paling umum dirasakan adalah khawatir, cemas dan takut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir prodi D III keperawatan ITSK RS dr Soepraoen Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasinya adalah mahasiswa tingkat akhir prodi D III keperawatan ITSK RS dr Soepraoen Malang. Sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel berjumlah 30 orang. Variabel yang penelitian ini adalah gambaran quarter life crisis pada mahasiswa. Alat ukurnya menggunakan kuesioner.Data dikumpulkan dengan cara kuesioner, observasi dan dokumentasi. Penelitian dilakukan pada tanggal 5 Juni 2023. Dari hasil penelitian didapatkan hampir setengah responden mengalami quarter life crisis tingkat sedang sebanyak 15 responden dengan presentase 50% dan sebagian kecil mengalami quarter life crisis tingkat rendah sebanyak 6 responden dengan presentase 20%.
References
Atwood, J. D., & Scholtz, C. (2008). The Quarter-life time period: An age of indulgence, crisis or both? Contemporary Family Therapy, 30(4), 233-250. Doi: 10.1007/s10591-008-9066-2.
Atwood, J., & Scholtz, C. (2008). The Quarter-life Time Periode: An Age of Indulgence, Crisis or Both?. Journal of Contemporary Family Therapy.
Azwar, S. (2017). Metode Penelitian Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Azwar, S. (2018). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Badan Pusat Statistik. (2020). Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin, 2019. Diakses pada 21 November 2020.
Ghufron, M. N., & Risnawati, R. S. (2010). Teori-Teori Psikologi. Cetakan I. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Gufron & Rini. (2012). Teori-Teori Psikologi. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Habibie,dkk. (2019). Peran Religiusitas terhadap Quarter-Life Crisis (QLC) pada Mahasiswa. Jawa Timur : Universitas Muhammadiyah Malang.
Hartaji, Damar A. (2012). Motivasi Berprestasi Pada Mahasiswa yang Berkuliah Dengan Jurusan Pilihan Orangtua. Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma.
Kartono, K. (1992). Pathologi Sosial 2(Kenakalan Remaja). Jakarta.
Macrae, F. (2011). Quarter-life crisis hits three in four of those aged 26 to 30.
McGoldrick, M.,Carter, E. A., & Garcia-Preto, N. (2016). The expanding family, and social perspectives. Boston: Pearson.
Murphy, M. (2011). Emerging adulthood in Ireland: is the quarterlife crisis a common experience? Thesis.
Mutiara, Y., (2018). Quarterlife Crisis Mahasiswa BKI Tingkat Akhir. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.
Priasmoro, D. P., & Lestari, R. (2023). Prevalence Of A Sedentary Lifestyle As A Predictor Of Risk Of Chronic Diseases And Stress Levels In Malang, Indonesia. Malaysian Journal of Public Health Medicine, 23(1), 11-16.
Priasmoro, D. P. (2020). Korelasi dukungan sosial dengan kesehatan jiwa santri putra di Pondok Pesantren Lumajang. Care: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 8(3), 424.
Revitasari, F. (2018). 9 Tanda Quarter Life Crisis, Sudahkah Kamu Giliran Mendapatinya? IDN Times.
Robbins, A & Wilner, A. (2001). Quarter Life crisis: The unique challenges of life in your twenties. New York: Tarcer/ Putman.
Copyright (c) 2024 Dian Pitaloka Priasmoro, Nur Diana Hamidah, Heny Nurmayunita

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.