LITERATURE REVIEW: EPIDEMIOLOGY PENYAKIT TUBERCULOSIS (TBC)
Abstract
Tuberkulosis paru (TB paru) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini berdampak signifikan pada kesehatan masyarakat Indonesia, terutama pada kelompok rentan, seperti anak-anak di bawah usia 5 tahun, lansia di atas 60 tahun, serta individu dengan sistem imun lemah, termasuk penderita HIV/AIDS. Selain itu, kelompok usia produktif (15–64 tahun) juga mengalami beban penyakit yang tinggi karena tingginya paparan lingkungan dan aktivitas kerja yang meningkatkan risiko penularan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pola penyebaran dan faktor-faktor yang memengaruhi TB paru. Penelitian ini menggunakan metode literature review untuk menggambarkan pola penyebaran dan faktor-faktor yang memengaruhi TB paru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas kasus TB paru terjadi pada kelompok usia produktif (15–64 tahun), dengan prevalensi tertinggi 85,5% di Kabupaten Indramayu dan Puskesmas Mojo. Kasus pada laki-laki mendominasi, mencapai 66,7% di Kecamatan Babelan Kota. Diagnosis akurat tertinggi ditemukan di Puskesmas Babelan Kota dengan 83,1% hasil BTA positif. Sebagian besar kasus adalah TB paru, dengan proporsi tertinggi 96,4% di Puskesmas Mojo. Pekerja aktif paling terdampak, mencapai 85,9% di Puskesmas Koya. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menegaskan pentingnya deteksi dini dan pendekatan lokal untuk pengendalian TB paru, terutama di wilayah perkotaan dan pada kelompok dengan faktor sosial ekonomi rendah.
References
Alif, R. (2023). Kajian Deskriptif Epidemiologi kejadian Tuberculosis di Puskesmas Mojo Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri. Journal of Community Engagement in Health, 100-103.
Amina. (2019). Gambaran Epidemiologi Penyakit Tuberkulosis Paru Di Poliklinik Paru Rsud Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate Tahun 2018. Kieraha Medical Journal, 33-35.
Armawan, L. V. (2022). Studi Epidemiologi Kejadian Tuberkulosis di Kecamatan Babelan Kota. Jurnal Analisis Kesehatan Klinikal Sains, 88-90.
Kementerian Kesehatan RI. (2022, Agustus Rabu). TBC. Retrieved Desember 5, 2024, from Yankes.kemkes.go.id: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1375/tbc
Kementerian Kesehatan RI. (2023, Maret 17). Pemerintah fokuskan penanganan TBC pada pekerja. Retrieved Desember 5, 2024, from Sehat Negeriku: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20230317/1542598/pemerintah-fokuskan-penanganan-tbc-pada-pekerja/#:~:text=Di%20Indonesia%20jumlah%20kasus%20TBC,dimana%20mayoritas%20orang%2Dorang%20bekerja
Lele, G. C. (2024). Analisis Epidemiologi Penyakit Tuberculosis Paru Di Puskesmas Koya Tahun 2021-2023. Jurnal Ilmiah Kesehatan Manado, 137-139.
Mangngi, M. P. (2019, Juni 19). Faktor Resiko Umur, Jenis Kelamin dan Kepadatan Hunian Terhadap Kejadian TB Paru di Pukesmas Naibonat Tahun 2018. pp. 6-12.
Widyastuti, S. D. (2018). Gambaran Epidemiologi Tuberkolusis Paru (TB PARU) di Kabupaten Indramayu. Jurnal Care, 105-106.
World Health Organization. (2022, Oktober 27). Global Tuberculosis Report 2022. Retrieved from Geneva: World Health Organization: https:/ /www.who.int/publications/i/item/9789240061729
Copyright (c) 2025 Sandy Kurniajati, Ayla Miftakhul Jannah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.